Close

5 Mitos Seputar Website yang Perlu Anda Pahami Dengan Benar

5 Mitos Seputar Website yang Perlu Anda Pahami

Dengan BenarSeiring perkembangan transaksi online yang terus meroket, berbagai perusahaan di Indonesia mulai turut  Namun, tak sedikit perusahaan yang masih sentimen akan kehadiran website, bahkan cenderung mengabaikan karena menganggap fungsi website yang kurang signifikan.

Bagi sebagian orang, memiliki website memang sebuah investasi yang mahal. Terlebih lagi, ada yang bilang bahwa membuat website itu harus memiliki skill pemrograman dan membutuhkan biaya yang relatif besar.

Akibatnya banyak pengusaha yang akhirnya lebih memilih untuk menjual produknya secara offline melalui kanal-kanal tradisional, seperti iklan baris di surat kabar, billboard, radio, atau poster yang tertempel di pinggir jalan.

Hal ini merupakan dampak dari minimnya pengetahuan akan website sehingga banyak sekali usaha yang akhirnya sulit berkembang karena termakan oleh mitos-mitos seputar website bagi perusahaan.

Nah, untuk membantu Anda mengenal lebih dalam seputar manfaat website untuk promosi dan penjualan, berikut ini sudah kami rangkum tujuh mitos dan fakta website yang perlu Anda pahami dengan benar.

1. Website Harganya Mahal

Mitos terkait biaya pembuatan website yang mahal memang sudah mendarah daging di kalangan masyarakat awam. Faktanya, di tahun 2020 ini sebuah website bisa dibangun dengan modal yang sama murahnya dengan harga satu gelas kopi kekinian.

Ya, dengan mengeluarkan biaya Rp12 ribuan Anda sudah bisa membeli domain MY.ID di Qwords.com selama 1 tahun. Kemudian Anda bisa memasangkan domain tersebut dengan layanan Blogger yang menyediakan hosting gratis bagi UKM maupun blogger perorangan.

2. Punya Website Harus Pintar Komputer

Mitos selanjutnya yang tidak kalah menggelitik adalah anggapan bahwa memiliki website harus pintar mengotak-atik program komputer. Faktanya, untuk membangun sebuah website Anda tidak harus jago komputer karena sudah tersedia banyak jasa pembuatan website yang biayanya sangat terjangkau. Ibarat kata, Anda tidak harus memiliki ilmu tentang kelistrikan jika ingin memanfaatkan listrik di rumah.

Mengelola website juga tidak sesulit seperti yang dibayangkan. Setelah mulai mencoba, Anda bakal terkejut bahwa mengatur website itu tidak berbeda jauh dengan bermain sosial media.

3. Usaha Kecil Tidak Memerlukan Website

Dilema ini memang sering kali menjebak para pengguna yang baru terjun ke dunia usaha. Padahal, peran website sangat penting untuk melebarkan sayap promosi baik untuk usaha kecil, menengah, maupun sudah skala perusahaan multi-nasional.

Anda bisa membangun website sembari berjualan di marketplace dan platform sosial media, dengan begitu para pembeli menjadi semakin percaya dan mudah menemukan produk / jasa yang Anda jual.

Bagi usaha kecil, website juga bisa berperan menjadi pengganti lapak offline, pamflet, brosur, ataupun iklan tradisional yang membutuhkan biaya relatif besar, waktu, serta tenaga manusia untuk mendistribusikan.

Dengan menggunakan website, Anda tinggal melakukan instalasi, kemudian selama 24 jam 7 hari dalam seminggu konten Anda akan terus di tayangkan.

4. Mengelola Website Harus Menggunakan PC / Laptop

Siapa bilang untuk mengelola website harus memiliki laptop atau komputer desktop? Saat ini, para pemilik website sudah bisa mengatur postingan lewat smartphone atau tablet yang jauh lebih compact. Untuk pengguna CMS WordPress bahkan sudah ada aplikasi berbasis Android yang bisa diinstal untuk memudahkan proses editing konten. Jadi, Anda bisa mengupload foto produk, memposting artikel, atau menambahkan informasi harga terbaru kapan saja.

5. Menganggap Semua Paket Hosting Sama

Jangan salah sangka, meskipun memiliki spesifikasi layanan yang identik, masing-masing perusahaan hosting tidak bisa dipukul sama rata, terutama soal kualitas layanan Customer Service. Responsifitas layanan Customer service serta technical support yang baik nantinya bakal mempengaruhi performa website Anda di saat mengalamai kendala.

 

Related Posts

Leave a Reply